Selasa, 26 Juni 2012

Perluasan Waduk somalang


Awal 2012 perluasan waduk sebelah barat Desa Pantirejo dilakukan, waduk ini akan berfungsi sebagai irigasi pertanian, menompang kehidupan masyarakat desa pantirejo pada musim kemarau.

sampai saat ini pembangunan ini masih berlanjut dan di perkirakan pada bulan Oktober 2012 baru akan selesai.

Dengan perluasan waduk ini maka luas Waduk yang ada sekarang akan menjadi dua kali lipat yang artinya secara fungsi maka akan bertambah 2 kali lipatnya.
sekilas ada idea  bahwa waduk ini selain berfungsi sebagai resapan Air,irigasi mungkin juga bisa menjadi Aset tambahan bagi pendapatan desa misalnya sebagai Object wisata

jika hal  itu dapat terleasisasi maka akan pendapatan desa yang rutin,bahkan bisa membuka lapangan kerja bagi masayarakat.

kegiatan ekonomi aka berjalan seperti perdagangan ,jasa dll. tetapi ini semua masih ada di benakku sampai saat ini, belum tersampaikan kepada masyarakat di sana,

aku punya mimpi bahwa Desa pantirejo menjadi desa yang mandiri dan terbaik di Kabupaten Pati.


apakah mimpi  bisa terwujud semua tergantung masyarakat di sana
semoga pemimpin desa di sana ,para perangkat desa juga mempunyai mimpi yang sama
dan mimpi ini bisa menjadi nyata


Kamis, 05 April 2012

apa Potensi desa ini?

Desa ini memiliki tanah persawahan yang luas dan hampir 99.9% penduduknya mengandalkan bertani untuk hidup,walaupun kendala alam sering membuat hasil pertanian desa ini gagal
Bencana banjir hampir tiap tahun datang menghancurkan pertanian desa ini,Hama Tikus wereng juga ikut menghancurkan hasil pertanian ini.
pada kondisi tersebut terasa lelah dan capek warga desa ini , tetapi mau apa di kata ini adalah jalan yang di berikan Allah SWT saat ini untuk mereka yaitu bertani.
sebenarnya banyak sekali potensi yang dapat di ambil dan di kembangkan di desa ini antara lain :
1. Keong sawah sering melimpah di desa ini
2. Jerami kering atau basah melimpah pada saat panen tiba
3. potensi daerah yang sedikit rendah yang memungkinkan untuk di buat menjadi daerah basis tambak ikan atau kolam ikan (ikan laut )
dan lain lain masih ada ,akupun bingung menyebutkanya
semoga potensi desa ini bisa di pergunakan sebaik baiknya, karena ini juga karunia Allah SWT untuk masyaratkat Desa pantirejo

Sabtu, 17 Desember 2011

Banjir Akhir Tahun 2011

Akhir tahun ini desa ini pun di beri Anugrah Banjir kembali oleh yang maha Kuasa,kurang lebih 2 minggu sawah sawah yang sudah di tanami padi pun  akhirnya harus mati.
Dalam hati para petani melihat air yang datang baik masih di sungai dan hujan hati mereka teriiris mau menangis menerima kenyataan tahun ini pun mereka mengalami kerugian akibat bertani.

Tiap hari mereka bekerja sana sini ada yang jadi tukang batu,ada yang macul ada juga yang jualan kasur, sebagian hasil di investasikan ke pertanian dengan harapan untuk mendapatkan hasil pertanian yang lebih baik supaya tidak beli beras ( Nempur ). tetapi melihat kenyataan seperti ini apa yang bisa para petani di desa ini lakukan.
Menunggu  ya menunggu itu yang bisa mereka lakukan .. tetapi yang di tunggu tidak pernah mengerti kalau mereka di tunggu...
Petani di desa ini berharap bisa bercocok tanam dengan baik tidak terhimbas dengan bencana banjir sehingga kerugian bisa di hindari ...
memang bulan bulan sekarang banjir selalu datang di daerah ini.. petanipun harus belajar kapan mereka harus bercocok tanam dan kapan mereka tidak bercocok tanam.
Alam sudah berubah dan para petanipun haru berubah bagaimana menghadapi kondisi alam saat ini

hamparan sawah di desa ini cukup luas kalau pertanian berhasil ini adalah sumbangan kepada masyarakat luas, kepada negara untuk ketahanan pangan nasional.
tetapi ketahananan pangan Nasional yang di gembar gemborkan pernah menyentuh di desa ini

Wahai pemimpin bangsa ini,Wahai Pemimpin Kota ini dan Wahai para cendikiawan  orang orang yang beilmu berilah perhatian petani petani yang seperti ini, Ajarkan Ilmu kalian kepada mereka  karena itu kewajiban kalian sebagai pemimpin dan sebagai orang yang berilmu    

Sabtu, 29 Oktober 2011

Ratapan desaku

Dalam Harapan semua orang ingin daerahnya maju,berkembang
begitu juga aku walau sudah lama tidak di tinggal di sana karena harus mencari sesuap nasi di daerah orang ,akupun berharap mendengar melihat desaku ini berkembang maju
ingin ku dengar berita si A sudah punya mobil, inging Ku dengar Si B kuliah di sana, ingin Ku dengar si C punya usaha di sini, ingin ku lihat Jalan yang bagus, ingin Ku lihat terangnya malam di sana dan banyak masyarakat berjalan dengen kesibukannya masing masing , ada yang hanya sekedar jalan ,ada yang jalan pergi ke warung hanya sekedar minum kopi .

kapan itu dapat beranjak terwujud
haruskah di mulai dari pemimpin yang mempunyai Good  management, Good idea dan penuh improvisasi
atau menunggu masyarakat menghancurkan diri dan beranjak bangkit

terkadang kebangkitan itu di mulai dari sesuatu yang hancur benar benar hancur , haruskah desaku ini sampai seperti itu dulu baru akan bangkit, atau saat ini harus beranjak ,berangsur angsur bangkit dari ketertinggalan 

Good Management -- > impian para masyarakat di sana
tetapi saat ini adakah yang mampu,bisa melakukan itu di sana?
kalau tidak ada tidak ada salahnya mengambil dari pihak luar untuk mengelolonya?
terkadang lebih fair



Senin, 17 Oktober 2011

Lihatlah begitu luasnya sawah di Desa ini, tetapi sayang masa panen dalam setahun tidak sesuai dengan lahan yang begitu luas, seringkali terjadi gagal panen.
di Samping hama tanaman dan tikus, faktor yang membuat pertanian tidak maksimal karena masalah air
sebenarnya Irigasi dari Waduk Gedungombo sampai ke dasaku ini, tetapi sayang irigasi inipun tidak sesuai harapan.sawah di sini terkadang terbengkalai beberapa bulan hanya sekedar menunggu musim hujan datang

adakah perhatian ini dari pemerintah ya?

Selasa, 06 September 2011

Cerita asal Mula nama Somalang dan karang asem

Saat kecil aku pernah bertanya tentang asal asul nama Somalang dan karang asem
untuk nama somalang sendiri yang kepanjangan dari Plosomalang
itu dari nama Pohon yang bernama Ploso dan ada sedikit cerita sehingga dusun ini di namakan Plosomalang
Dulu ada anak seorang Adipati yang mengembara, dalam pengembaraannya banyak rintangan dan kisah cinta yang terjadi
pada saat itu beliau sedang mengejar penjahat yang menculik gadis atau kekasihnya dalam pengejarannya di tengah jalan kemudian terhalang sebuah pohon besar yang tumbang, sehingga perjalanan terganggu karena harus menyingkirkan pohon tersebut,

Dalam cerita tersebut pohon tersebut adalah pohon yang bernama Ploso yang buahnya Pahit, karena posisi pohon tersebut malang dan menghalangi jalan dan pada waktu itu tidak tahu itu tempat dan daerah mana  maka ,kemudian anak Adipati tersebut memberikan nama kepada tempat tersebut Plosomalang
untuk lokasi tumbangnya pohon tersebut dari cerita yang kudapat ada di area persawahan di dekat jalan menuju Kp Sordudo
ingin rasanya memperjelas cerita ini untuk di jadikan cerita fiktif  atau cerita apalah,supaya dapat di ceritakan ke anak cucu kelak sebagai cerita budaya desa,tetapi tentunya orang orang yang mempunyai cerita tentang hal ini sudah mulai berkurang karena Umur ,semoga masih ada yang dapat bercerita lagi tentang hal ini kelak

untuk Karang asem
aku banyak lupa tetapi yang masih dalam ingatanku dulu ada sebuah pohon besar di seberang jalan raya Pati Kayen ,nah pohon besar tersebut menjadi asal muasal nama karaang asem tetapi nanti di lanjut  lagi tulisannya kalau sudah dapat mengumpulkan memori lagi .....

 

Selasa, 17 Mei 2011

Sawah dan waduk Somalang

 Minggu kemarin aku pulang untuk nengok Orang tua,satu hari di sana aku jalan jalan di sebelah barat desa melihat hamparan sawah yang hijau, Terasa sejuk di hati melihat keadaan seperti itu di bandingkan di kota besar setiap hari yang ku lihat pemandangan Gedung,Rumah dan tumpukan sampah.
Udara pagi juga membuatku segar,ku berjalan ke arah waduk somalang dan kulihat air Bening berwarna Hijau.
dalam benakku kupikirkan jika air ini selalu ada baik musim hujan maupun kemarau.
mungkin warga desa pantirejo,khususnya dusun somalang tidak bersusah hati.
sayangnya pada musim kemarau wadk ini kering dan harus menunggu air mengalir dari Waduk kedung ombo itupun harus rebutan dengan masyarakat yang ada di atasnya.
di samping waduk sawah tampak hijau dan perkiraan satu bulan lagi Panen. perjuangan petani belum usai karena saat ini Hama Tikus dan wereng menyerang tanaman mereka, mereka harus berperang melawan hewan pemangsa tanaman itu.
kalau di negara yang konflik saat ini manusia saling bunuh untuk sesuap nasi dengan dalil alasan yang bermacam macam,tetapi di sini petani harus berperang dengan hewan untuk sesuap nasi.

Minggu, 08 Mei 2011

Potensi Petani Jangung

Jumat, 06 Mei 2011 pukul 14:46:00

TONGKOL JAGUNG GANTIKAN BENSIN, MENGAPA TIDAK?


Biobutanol dapat langsung menggantikan bensin tanpa perlu modifikasi mesin.

Sembilan mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB)—dalam tiga kelompok berbedamembuktikan ada banyak alternatif energi dari bumi Indonesia untuk menggantikan bahan bakar minyak (BBM). Tak semuanya butuh upaya baru.

Tinggal manfaatkan limbah yang selama ini ada, diolah men jadi biofuel yang bahkan tak butuh modifikasi mesin untuk menggunakannya. Salah satunya, biofuel berbahan baku tongkol jagung. Adalah tiga sekawan Eliza Bratadjaja, Michael Enoh Prasetya, dan Richard, mengolah dan merancang pabrik peng olahan tongkol jagung menjadi biobutanol. Karya mereka merupakan salah satu finalis Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN) XII kategori energi yang berlangsung di kampus ITB.

Mereka bertiga merancang pabrik bernama PT Tiga Perkasa. Dalam pemikiran mereka, kebutuhan bahan bakar di Indonesia terus meroket, membutuhkan sumber energi terbarukan. Tongkol jagung mereka pilih dengan alasan sederhana. “Murah,” kata Eliza. Juga, tongkol jagung selama ini hanya menjadi limbah tak berguna. Menurut Eliza, harga tongkol jagung yang mereka dapatkan Rp 800 per kilogram.

Pabrik yang mereka rancang akan butuh pasokan bahan baku 1,2 juta ton tongkol jagung per tahun. Menurut mereka, angka ini tak akan jadi masalah karena produksi jagung nasional 12,5 juta ton per tahun. Dalam penelitian mereka, tong kol jagung ternyata memiliki biomassa yang cocok untuk proses gasifikasi. Lagi pula, pemrosesan tongkol jagung juga mendapatkan hasil samping selain biobutanol yang juga bernilai ekonomis. Hasil samping itu adalah metanol dengan kemurnian tinggi dan campuran etanol-propanol.

Namun, tiga sekawan ini sepa kat memproduksi biobutanol untuk menghasilkan bioetanol bukan tanpa alasan. Biobutanol tak bersifat korosif terhadap mesin kendaraan. Kandungan energi biobutanol juga lebih tinggi daripada bioetanol, yaitu 110 kBtu dibandingkan 78 kBtu. “Biobutanol juga dapat langsung menggantikan bensin tanpa perlu modifikasi mesin sama sekali,” papar Eliza.

Teknologi yang dipakai untuk mengolah tongkol jagung menjadi biobutanol, sebut Eliza, adalah thermochemical. Menu rut dia, teknologi yang mereka pakai memang bukan teknik fermentasi seperti jamaknya pembuatan biofuel. Dengan thermochemical, syngas dikonversi menjadi alkohol melalui reaksi FischerTrpsch. “Ini memang terbilang (teknologi) baru,” ujarnya.

Secara sederhana, proses pem buatan biobutanol dari tongkol jagung ini akan dimulai dengan penurunan kadar air menjadi sekitar lima persen. Setelah kering, tongkol jagung dipotong-potong sampai ukuran tertentu menggunakan cone crusher. Potongan tersebut lalu diolah menjadi gas, menggunakan gasifier.

Syngas hasil gasifikasi berupa gas sintesis yang mengandung karbon monoksida dan hidrogen dibersihkan dengan bantuan cyclone, tar reformer, water scrubber, serta MEA absorber. Cyclone berfungsi memisahkan syngas dengan pasir olivine dan char dari gasifier. Tar reformer berupa reaktor berkatalis digunakan untuk mengubah tar menjadi syngas. Water scrubber dan MEA absorber berfungsi menyingkirkan zat-zat yang bersifat asam dan dapat merusak peralatan. Syngas yang telah dibersihkan akan menjadi umpan untuk reaktor sintesis alkohol.

Jenis reaktor yang digunakan adalah fixed bed reactor dengan katalis Cu (tembaga), Mn (mangaan), Ni (nikel), atau ZrO2 (zirkonia). Produk dari reaktor ini akan berupa campuran alkohol, sisa syngas yang tidak bereaksi, dan alkana lain. Alkohol dari tahapan reaktor di atas akan dipisahkan dalam bentuk cair dengan bantuan flash drum.

Proses distalasi di flash drum menggunakan dua kolom yang akan menghasilkan metanol dan biobutanol dengan kemurnian tinggi pada kolom pertama. Kolom kedua distalasi akan menghasilkan campuran etanol, propanol, dan air.

Hasil yang didapat dari proses ini adalah biobutanol sebanyak 99,99 persen-mol (mol adalah satuan standar internasional untuk satuan zat), setara 16,5 ton per jam. Juga didapatkan metanol sebanyak 96,85 persen-mol, setara dengan 32,28 ton per jam. Hasil samping lain adalah etanol (48,66 persenmol), propanol (24,55 persenmol), dan air (20,5 persen-mol, setara 7,55 ton per jam). Tim ini yakin proses yang mereka ajukan punya nilai ekonomi tinggi. Karena hasil samping yang didapat pun punya nilai jual. Metanol, misalnya, akan dihargai Rp 2.000 per kilogram. Sementara biobutanol sebagai hasil utama, akan dihargai Rp 8.800 per kilogram.

Limbah dari produksi biobutanol ini akan berupa limbah pa -dat, cair, dan gas. Limbah padat berupa pasir olivine, partikulat, dan char. Limbah padat tersebut akan dipakai sebagai landfill, sementara abu sisa pembakaran akan dikirim ke PPLI untuk dijadikan batako, sedangkan katalis jenuh akan diregenerasi. Limbah cair berupa senyawa organik dan sulfur akan diolah di WWT, sedangkan limbah gas berupa CO2 (karbon dioksida) dari sistem flare akan dibuang.

Limbah gas berupa NH3 (gas amonia) dan H2S (hidrogen sulfida) diarahkan ke sistem scrubber dan absorber. Meski berbahan baku murah, total investasi yang dibutuhkan untuk biobutanol berbahan tongkol jagung ini ternyata mencapai Rp 800 miliar. Mereka merencanakan mendapat modal dari pinjaman bank dengan bunga 15 persen per tahun. Dengan asumsi hari kerja adalah 300 hari per tahun, usia pabrik mereka bisa mencapai 20 tahun dengan kapasitas produksi 120 ribu ton per tahun.

Dalam rancangan mereka, return on investment akan mencapai 19,2 persen dengan rate of return sebesar 28,23 persen dan payback periode berlangsung selama 3,5 tahun. Break event point (BEP) yang didapat adalah 12 persen. Michael me ngatakan keuntungan masih da pat bertambah dari ‘penjualan’ kredit karbon dari proses produksi. Tiga sekawan ini merancang lokasi yang tepat untuk pab -riknya adalah Bojonegoro, Jawa Timur, dengan pertimbangan ketersediaan bahan baku dan utilitas. mj29 ed: palupi annisa auliani

Sumber : Republika

Jumat, 06 Mei 2011

Desaku dari Atas

ini adalah Desa pantirejo kalau di lihat dari Google Map,hamparan sawah terlihat luas dan pastinya petani di sana mengangankan hasil bertani yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
tetapi impian itu sekarang tidak ada dari Bulan Oktober 2010 sampai saat ini setengah hamparan sawah tersebut menjadi seperti Danau atau bahan bisa di sebut Lautan.
Air yang menggenang tidak surut - surut sehingga petanipun tidak bisa bercocok tanam sebagai mana mestinya.
Dan sampai hari ini pun tidak ada Kegiatan dari pihak pihak yang menamakan dirinya Wakil rakyat pemimpin untuk memberikan pandangan alternatif atau apalah
apakah desaku akan tenggelam suatu saat nanti
Batas Barat desa ini ada Kali yang tembus ke bantaran kali juwan melewati Kali tanjang,kalau Banjir ini di sebabkan karen Kanaikan Air laut maka Kali tanjang pun akan Banjir, tetapi kali Tanjang boleh di bilang Kering, maka air yang Membanjiri Sawah Desa pantirejo adalah air yang tidak bisa turun ke Laut karena tertahan Erosi tanah di bantaran di sepanjang kali tanjang dan Juwana
Proyek pengerukan Kali Juwana yang di yakini dapat memperbaiki, hanya menjadi bahan Jualan kampaye para calon wakil rakyat,calon bupati setelah mereka jadi  OMONG KOSONG SEMUA, wahai Masyarakat Desa pantirejo apakah kalian akan diam melihat keadaan ini,apakah kalian tidak berfikir bagaimana kelak anak kalian keponakan kalian yang akan bisa hidup di sana,ataukah kalian akan pergi semua dari sana dan membiarkan kenangan  masa masa dulu tenggelam bersama sama.

Kamis, 21 April 2011

Info Askes

Info yang ku dapatkan tentang tata cara proses Pelayanan askes untuk masyarakat Miskin.
adapun informasi yang kudapatkan sbb:

pertama di bawa ke Puskesmas,kalau tidak mampu baru di bawa ke Rumah sakit
adapun syarat Administrasinya
KTP,KK,Kartu jamkesmas,Surat Rujukan dan semua itu di fotocopy 5 Lembar baru di serahkan ke Petugas askes yang stanby di rumah sakit.
untuk Kartu Jamkesmas sekarang masih di cetak 2008 oleh PT.Askes dan untuk 2011 datanya belum sampai ke Askes jadi, akan adasedikit  masalah jika Masyarakat yang sakit datanya belum masuk ke Askes.

nah untuk Warga yang sudah punya jamkesmas bisa langsung seperti, untuk menghindari Calo atau apalah sehingga biaya akan keluar padahal hal seperti tidak perlu.smoga manfaat dan kalau salah mohon di koreksi


Jumat, 26 November 2010

Waduk Somalang

Bebarap tahun yan lalu masih di Era presiden Soeharto,di desa ini di bangun Jalur irigasi yang terhubung dari Waduk kedung ombo, dan desa ini adalah Desa terakhir yang mendapatkan Jalur tersebut
pada awal awal pembangunan mungkin banyak pro dan kontra karena sebagian tanah warga harus terkena proyek tersebut, tetapi akhirnya proyek tersebut juga berhasil dan lancar.
Dan setelah proyek tersebut selesai tanpa di sadari di sisi Jalur irigasi tersebut , tepatnya sebelah barat Desa Pantirejo dukuh somalang seperti ada tanah yang rendah karena tanahnya di pakai untuk membuat jalur irigasi ,dan setiap hujan ataupun terjadi kebocoran air dari jalur irigasi terjadi genangan air dan hal itu seperti sebuah danau buatan maka sebagian orang menyebut Mbung atau waduk somalang.

Waduk ini di manfaatkan warga khususnya dukuh somalang sebagai penampungan air selama musim kemarau, jika air berkurang terkadang warga berhubungan dengan petugas waduk kedung ombo untuk mengalirkan air sampai ke Desa Pantirejo.

tetapi sayang sekali jalur irigasi tersebut yang sudah menelan biaya banyak sekarang manfaatnya berkurang banyak juga ,hal ini di karenakan tidak adanya perhatian dari pemerintah sehingga banyak sekali jalur air yang bocor ,rusak. dan hal ini sangat merugikan petani yang di lintasi oleh jalur tersebut.
dengan adanya Waduk tersebut masalah air di Desa Pantirejo sedikit terbantu karena jika lagi musin kemarau mereka secara gotong royong yang di koordinir oleh kelompok Tani dapat mengalirkan air sampai sana,
tetapi beberapa tahun ini hal itu sudah tidak berjalan maksimal dan akhirnya masalah air pun masih menjadi masalah warga desa ini.

Selasa, 21 September 2010

Desaku dulu dan sekarang

Desaku dulu penuh dengan warna hijau dan susana gelap,di sepanjang kali  penuh di tumbuhi pohon mahoni,bambu yang rindang sehingga kalau sore menjadi seram karena listrik (PLN ) belum ada.waktu itu hanya listrik yang di hasilkan oleh Mesin diesel yang di miliki oleh bpk pasirun yang menerangi setiap rumah.
jadi waktu PLN belum masuk di desaku, Bpk pasirun sudah memeliki mesin diesel untuk penerangan di setiap rumah di kampung itupun juga masih terbatas terhadap kerabat dan warga yang bisa membayar tagihan listrik, bahkan jaringan listrik diesel tersebut sampai ke desa Sambirejo.jadi Bpk Pasirun termasuk kepala desa orang yang maju dan mandiri.
Dulu hampir semua warga desa malakukan kegiatan Mandi, mencuci dan mengambil air untuk kebutuhan sehari hari dari Air kali( sungai ). Air sungai waktu itu masih bersih  mungkin karena banyaknya pepohonan yang tumbuh di sepanjang kali sehingga mereka dapat menyimpan air.dan sebagian warga pun terkadang membuat sumur dari tanah ya paling kedalaman 2 meter, tetapi pada saat itu keluar air yang kemudian di pakai untuk kebutuhan sehari hari.
sekarang hal itu tidak ada lagi
PLN sudah masuk desa menjadi terang inilah kemajuan yang di dapat,tetapi Air menjadi susah dan Sumber air tanah sekarang menjadi Asin/Manis walaupun sudah mencapai kedalaman 40 sampai 50 meter.hal ini saya amati setelah semua pohon pohon besar di sepanjang kali di tebang dan tidak ada penanaman lagi.
dulu ada proyek dari pemerintah untuk pelebaran kali harapannya supaya ada akses perahu /kapal dapat masuk di desaku  akhirnya kali di perlebar dan pohon - pohon di pinggir di tebang padahal pohon pohon tersebut sudah berumur puluhan tahun.
pada tahun pertama kegitan transpotasi perahu berjalan,para petani memanen dan hasil panen di anggkut dengan perahu dan di turunkan di desaku, tetapi lama lama sudah tidak ada , hal ini karena terjadinya erosi dan sungaipun menjadi dangkal, bahkan sungaipun kering jika pada musim kemarau.
kondisi seperti ini berlanjut terus, dalam Hati kapan Pantirejo akan lebih baik?
sebagai Desa pantirejo mengalami masalah hidup yang paling hakiki, yaitu Air
di sini air tidak layak untuk kebutuhan hidup, karena sumber air tanah payau, jadi warga harus mengambil air sampai ke Desa tetangga atau beli dari PDAM
banyak Program pembangunan yang di luncurkan oleh pemerintah, tetapi pembangunan hanya sebatas fisik insfratukture seperti jalam , Gapura, kantor kepala desa dll.
kantor kepala desa di perbaiki padahal pejabat desa/Sarekat tidak pernah datang ngantor
itu adalah sedikit gambaran tentang desa ini, smoga kedepan dengan pergantian kepimpinan dapat berangsur angsur untuk lebih baik

Silsilah dan cerita Kemimpinan

     Masih ingat di benakku,Kepala Desa Pantirejo waktu aku kecil adalah Bapak Pasirun , entah berapa lama beliau menjabat menjadi kepala desa,Tetapi Beliau termasuk orang yang kaya di desaku bahkan mungkin di desa desa sekitarnya, banyak memiliki Bus,Truck dan sawah yang luas,kepimpinan beliau berakhir karena sakit yang akhirnya Wafat, kemudian Kepala Desa penggantinya adalah Bapak Sudadi Beliau menjabat 2 Periode ya sekitar 16 tahun ( 1 periode : 8 Tahun ) , Dulu waktu pilkades pak sudadi melawan pak Puji tetapi akhirnya yang menang adalah pak sudadi , Pk Puji adalah anak dari Bpk. Pasirun.
kemudian setelah itu ada peraturan baru tentang masa jabatan Kepala desa dari 8 tahun  menjadi  5 Tahun. setelah masa jabatan pak Sudadi selesai kemudian di gantikan Sumantri
Sumantri adalah kepala Desa Pantirejo yang hanya menjabat 5 tahun. Sumantri menang dalam Pilkades mengalahkan Sunarto dan Lujeng,Lujeng adalah saudara dari Bpk Sudadi. pada masa pemerintahan Sumantri terjadi banyak Gonjang ganjing di kancah politik pedesaan hingga akhirnya adanya Demontrasi di Alun -alun Kabupaten Pati  untuk  mentutut di berhentikan Sumantri dari kepala desa, tetapi hal itu tidak ti tanggapi atau tidak di turuti oleh Pemda hingga masa jabatannya berakhir, sumantri waktu menjabat kepala desa masih muda dan belum menikah.
kemudian sumantri di gantikan oleh Subhan Untoyo yang di lantik pada Hari  Kamis, 18 Desember 2008 ,Subhan menang dalam Plikades mengalahkan Marhendrik, Marhendrik ini adalh sepupunya Sumantri dan Mahendrik masih kerabat dari Bpk Pasirun.
dengan Silsilah kemimpinan kepala desa seperti itu maka Kerabat atau keluarga  Bpk Pasirun dan Sudadi masih ingin menjadi pejabat Desa / Sarekat desa, tetapi Subhan Kades yang sekarang sudah terpisah jauh dari 2 kerabat tersebut dan inilah kemenangan dari masyarakat / Warga desa pantirejo, karena dari segi Harta atau Relasi Subhan jauh di bawah di bandingkan dengan 2 kerabat 2 orang yang pernah menjadi kepala desa di pantirejo.
tetapi periode yang sekarang Subhan menang artinya banyak masyarakat desa pantirejo yang sudah tidak percaya dengan Trah keluarga yang selama ini ada dan ingin melanjutkan kekuasaan di desa pantirejo.
semua masyarakat tahu hampir semua Sarekat desa pantirejo adalah Anak dan kerabat dari Bpk pasirun.dan pada saat ini mereka sudah akan memasuki masa pensiun tepatnya kurang tahu. ya smoga pengganti mereka akan lebih baik dan mengerti tugas dan tanggung jawab masing masing.

Senin, 20 September 2010

Geografis

      Desa Pantirejo terletak di kecamatan Gabus, kabupaten pati, Jl pati Kayen KM7. pada awalnya Desa pantirejo mempunyai tiga dusun yaitu:
1. Dusun Plosomalang
2. Dusun Karangasem
3. Dusun kosekan
Di tengah era reformasi dan Otonomi daerah  Dusun kosekan memisahkan diri menjadi sebuah desa menjadi Desa Kosekan.
Perbatasan Desa Pantirejo
Sebelah Timur :  Desa Sambirejo yang di batasi dengan Jalan Raya Pati -Kayen
Sebelah Utara : Desa Kosekan dan Desa gebang
Sebelah Selatan : Desa Tlogoayu

Ketinggian tanah di desa ini antara 6 ~ 7 meter di atas permukaan laut , jadi tidak heran setiap musim hujan datang maka sering di landa bencana banjir berbarengan dengan Desa - Desa di sepanjang Kali Juwana, seperti Desa Tanjang,Mintobasuki dll.

Penduduk Desa Pantirejo Mayoritas adalah Petani, adapun hasil panennya adalah Padi,Kacang hijau dan mungkin Jagung tetapi hampir 1.5 Dasawarsa Jagung sudah tidak di minati oleh warga desa ini.